Hari yg lalu
aku menangis, menangisi cinta menangisi betapa paitnya akhir kisahku
bersamanya. Lalu aku memutuskan untuk tidak ingin jatuh cinta, karna
sulit bagiku untuk mempercayai hati ini kepada seseorang.
Tidak,
ternyata jatuh cinta tidak sesulit itu! aku baru saja merasakannya
bersama seseorang. entah ini akan sperti apa aku tidak tau. tapi yg
jelas saat ini aku sedang jatuh cinta. Jatuh kepada seorang lelaki yg
unik, entah bagaimana aku bisa merasakan getaran itu saat
dia ada.
Kalian tau
bagaimana dia menatapku saat kita berjumpa? tatapan itu yg tidak akan
pernah aku lupakan, mata nya yg indah. Ah sudahlah aku semakin terlarut
dalam indah bola mata nya. ternyata jatuh cinta mudah, tak serumit
kata-kataku. Tak perlu kususun
Semudah pernyataanku
“Aku nyaman! Nyaman mampu membuatku singgah padanya
Nyaman mampu membuatku menatap lagit tanpa mendangak!” Ribuan patahan bunga menghujam jantungku
Menatapmu melumpuhkan sendi, walaupun perjumpaan kita diawali gugup.
Aku ingat saat
awal kita kenal, saat itu aku baru saja mengakhiri hubungan rumitku bersama
seorang yg saat ini entah bagaimana wujudnya. saat itu dia ada, lalu aku
ceritakan semua kesedihanku padanya. Dan entah bagaimana aku dan dia
semakin dekat, aku memang terlanjur percaya diri bahwa dia menyayangiku.
tp apa salahnya? Toh jika itu tidak benar, aku yg akan menanggung
sakitnya sendirian. Karna bagiku, berani jatuh cinta harus berani patah
hati juga.
Semakin hari semakin kita dekat, semakin dia banyak mengucapkan hal hal manis padaku.
Yah, seperti
itulah jatuh cinta. Siang malam kuhabiskan untuk memikirkannya. Jujur
saja, aku blm tau bagaimana ini akan berakhir. Dapat kubilang bahwa dia
lelaki yg baru saja membuatku "Baper". yap, baper sperti kata kata jaman
skarang. entah dia akan meninggalkanku begitu saja, atau emm sudahlah.
ini masih dia rahasiakan:)
Sunday, April 24, 2016
Teruntuk Kamu
kamu, satu dari sekian keindahan yg nyata. Dengan jiwa yg sederhana.
Bagiku, setiap hembus anginmu adalah nada-nada syahdu, aku suka. Itu merdu
Bagiku, kamu sebagaimana novelis romantic yg mendefinisikan kata cinta dgn sempurna. Rangkaian katamu mulai nyata, dan aku takut
Takut untuk membaca setidaknya untuk melihat, aku jatuh cinta.
Dirangkai kata itu pula aku melihat kita. Rindu dan angan yg selalu aku inginkan dan mungkin tak perlu terbalas.
Dan bagiku kamu sebuah mimpi, bunga tidur di penghujung hari, aku bersyukur kepada semesta untuk membentuk hari hari antara kamu aku dan langit itu yg menjadi saksi saat perkenalan pertama.
Dari dgn jarak ini aku mengirimkan doa. diatas langit, awan dan bintang yg mungkin kamu menatapnya juga.
Agar aku dan kamu bisa dekat, melekat lalu terikat.
Aku mulai mencintaimu :)
Bagiku, setiap hembus anginmu adalah nada-nada syahdu, aku suka. Itu merdu
Bagiku, kamu sebagaimana novelis romantic yg mendefinisikan kata cinta dgn sempurna. Rangkaian katamu mulai nyata, dan aku takut
Takut untuk membaca setidaknya untuk melihat, aku jatuh cinta.
Dirangkai kata itu pula aku melihat kita. Rindu dan angan yg selalu aku inginkan dan mungkin tak perlu terbalas.
Dan bagiku kamu sebuah mimpi, bunga tidur di penghujung hari, aku bersyukur kepada semesta untuk membentuk hari hari antara kamu aku dan langit itu yg menjadi saksi saat perkenalan pertama.
Dari dgn jarak ini aku mengirimkan doa. diatas langit, awan dan bintang yg mungkin kamu menatapnya juga.
Agar aku dan kamu bisa dekat, melekat lalu terikat.
Aku mulai mencintaimu :)
Friday, March 11, 2016
Beri Aku Mesin Waktu
Ada seorang gadis yang murung, merenung, akan penyesalan nya sendiri. Tentang langkah kaki yang sudah salah dalam melangkah saat menentukan arah nya. Kenapa sasmpai sejauh ini aku bisa melangkahkan kaki yang aku kendalikan sendiri?
Kini, aku berhadapan dengan sebuah tembok yang pondasinya sendiri sudah sasngat rapuh, warna cat yang sudah mulai usang dimakan oleh sang waktu. Ini jalan buntu!
Sekarang harus kemana aku melangkahkan kaki? Berbalik arah lalu kembali ke awal? Itu tak akan pernah mungkin, karna itu hanya akan membuang waktu yang aku punya. Seperti mencintai seseorang yang seharusnya tak kamu cintai begitu dalam, aku salah jalan.
Waktu, bawa aku kembali! Bawa aku kembali untung mengulangi semuanya tanpa harus membuang waktuku untuk berjuang sendiriam. Untuk tak mencintai sendirian.
Tidak! Tidak! Ini hanya tembok penghalang biasa, Aku pasti bisa menembus tembok ini atau memang aku harus kembali membuang waktu ku untuk sekedar menghapus semua jejak yang sudah aku ukir sampai akhirnya aku bisa berdiri disini.
Tuhan, tuntun. Beri aku mesin waktu, aku tak mau hidup di dalam rasa penyesalan.Kenapa kau membiarkan aku berjalan sendirian sampai akhirnya aku disini, sendiri, tak tau arah dan tujuanku melangkahkan kaki kedepannya.
Apa aku tak berhak bahagia? Apa aku tak berhak berdua? Apa aku hina untuk dipuja? Apa aku nista untuk dicinta? Janggan biarkan aku larut dalam penyesalan yang tak berujung, gadis mungil-Mu ini masih ingin dituntun oleh-Mu agar sampai ke tujuan yang sesungguhnya. Ulurkan tangan-Mu, genggam jemari mungilku, giring aku kembali untuk berdiri dengan kuat dan ajari aku untuk mengerti apa arti sebenarnya dari "Jangan menyerah" karna aku ingin bisa berdiri kembali di atas kaki ku sendiri untuk bisa menentukan kembali akan dibawa kemana arah kakiku melangkah pergi. Meski langah kaki mu melangkah untuk menjauh pergi.
Sayang, jangan hanya karna seseorang mau berlama-lama untuk menunggu, tak berarti kamu bisa seenaknya mengulur waktu. Semua bukan hanya perihal waktu, ini semua perihal perasaan dua orang yang berjuang bersama agar kaki berjalan berirama. Aku masih menunggu.
Dariku, perempuan yang setia menunggumu.
Kini, aku berhadapan dengan sebuah tembok yang pondasinya sendiri sudah sasngat rapuh, warna cat yang sudah mulai usang dimakan oleh sang waktu. Ini jalan buntu!
Sekarang harus kemana aku melangkahkan kaki? Berbalik arah lalu kembali ke awal? Itu tak akan pernah mungkin, karna itu hanya akan membuang waktu yang aku punya. Seperti mencintai seseorang yang seharusnya tak kamu cintai begitu dalam, aku salah jalan.
Waktu, bawa aku kembali! Bawa aku kembali untung mengulangi semuanya tanpa harus membuang waktuku untuk berjuang sendiriam. Untuk tak mencintai sendirian.
Tidak! Tidak! Ini hanya tembok penghalang biasa, Aku pasti bisa menembus tembok ini atau memang aku harus kembali membuang waktu ku untuk sekedar menghapus semua jejak yang sudah aku ukir sampai akhirnya aku bisa berdiri disini.
Tuhan, tuntun. Beri aku mesin waktu, aku tak mau hidup di dalam rasa penyesalan.Kenapa kau membiarkan aku berjalan sendirian sampai akhirnya aku disini, sendiri, tak tau arah dan tujuanku melangkahkan kaki kedepannya.
Apa aku tak berhak bahagia? Apa aku tak berhak berdua? Apa aku hina untuk dipuja? Apa aku nista untuk dicinta? Janggan biarkan aku larut dalam penyesalan yang tak berujung, gadis mungil-Mu ini masih ingin dituntun oleh-Mu agar sampai ke tujuan yang sesungguhnya. Ulurkan tangan-Mu, genggam jemari mungilku, giring aku kembali untuk berdiri dengan kuat dan ajari aku untuk mengerti apa arti sebenarnya dari "Jangan menyerah" karna aku ingin bisa berdiri kembali di atas kaki ku sendiri untuk bisa menentukan kembali akan dibawa kemana arah kakiku melangkah pergi. Meski langah kaki mu melangkah untuk menjauh pergi.
Sayang, jangan hanya karna seseorang mau berlama-lama untuk menunggu, tak berarti kamu bisa seenaknya mengulur waktu. Semua bukan hanya perihal waktu, ini semua perihal perasaan dua orang yang berjuang bersama agar kaki berjalan berirama. Aku masih menunggu.
Dariku, perempuan yang setia menunggumu.
Untuk Kamu
Untuk kamu, Yang sempat hadir.
Apa kabar? Sudah lama kita tak jumpa. Jangankan berjumpa, saling sapa pun sudah tidak. Aku maklumi itu semua. Aku menghargai kehidupanmu, dan kau? entahlah masih peduli dengan hidupku atau tidak.
Mungkin kamu akan bertanya, kenapa aku menulis ini semua? Jika kau mengira, karena aku ingin mencuri perhatianmu tentu tidak. Untuk apa. Lalu jika kau mengira, aku ingin mendramatisir keadaan itupun tidak. Sama sekali tidak.
Aku menulis semua ini hanya karena rindu. Tak pernahkah kau merasakannya juga? Aku harap kau sempat merindukanku walau hanya semalam. Setidaknya kau mengingat bagaimana aku tertawa lalu menangis. Setidaknya kau mengingat bagaimana susahnya berusaha dan mudahnya menyerah.
Cinta kita hanyalah cinta monyet. Cinta yang tumbuh dibawah atap sekolah. Cinta yang terus tumbuh hanya karena memandang dari jauh. Cinta yang terus tumbuh ketika kita bertukar sapa dan senyum. Cinta yang terus tumbuh karena pipiku merona setiap kali mendengar namamu. Manis. Aku masih bisa merasakannya walaupun hanya sedikit mengingatnya.
Aku masih ingat betapa lucunya saat pertama kali aku melihatmu. Kita terlihat canggung. Lalu saling tersenyum sesudahnya.
Aku juga masih ingat betapa indahnya hujan kala itu. kau terus melajukan motor dengan cepat agar aku tidak lama terkena hujan. Aku hanya bisa bersembunyi sambil mengeratkan pelukan dibalik punggungmu. Kau tidak tahu, seberapa banyak aku tersenyum saat itu..
Aku tidak peduli, apakah aku cinta pertamamu atau bukan. Aku menyimpan memori dalam hidupmu atau tidak. Yang aku tahu aku merasakannya. Cukup aku.
Kau juga bukan kekasih pertamaku atau kedua. Tapi percayalah. Kau membuatku mengenal banyak hal untuk pertama kalinya. Kau membuat aku belajar untuk pertama kalinya.
Kau orang pertama yang membuatku merasa berharga dan merasa dihargai. Kau membuat aku merasa bahwa aku adalah seseorang yang patut diperjuangkan. Bukan orang yang selalu menunggu, menanti bahkan meminta.
Untuk kamu, yang sempat hadir.
Maaf aku sempat membuatmu muak. Dengan sikapku yang kekanak-kanakan. Yang sering mengeluh, yang sering berdrama dengan segala masalah. Kau selalu mengingatkanku. Dan lagi, aku terlambat menyadarinya. Aku tau aku salah, tapi siapa yang peduli saat itu. Yang aku tau hanya, cinta itu menyakitkan ketika kamu pergi. Itu saja. Bodoh? Iya. Sangat bodoh. Kadang aku pun hanya tertawa bila mengingatnya. Perjalanan kita amat sangat lucu ternyata.
Aku ingat, kita memulai dengan cara yang salah. Entah aku, atau kamu. Tapi aku tak ingin menyalahkan siapapun, karena untuk masalah perasaan semua orang akan merasa benar. Meskipun penuh kebohongan dan ketidakpedulian. Cukup aku saja yang tau maksud semuanya.
Perjalanan memang kadang membuat aku terbang lalu jatuh. Dan terimakasih, kamu telah menjadi perjalananku. Hidup kadang terasa manis seperti gulali yang aku beli di taman hiburan, tapi ada masanya terasa pahit sama seperti aku yg tidak sengaja menyesap ampas kopi. Dan kamu telah menjadi keduanya di saat yang bersamaan. Sekali lagi, terimakasih. Untuk pernah hadir lalu pergi. Dan untuk sempat memulai lalu mengakhiri.
Untuk kamu, yang sempat hadir.
Aku tadi bilang bahwa aku merindukanmu, tapi setelah aku menulis ini semua aku tak lagi merasakannya. Aku sedang tersenyum, percayalah. Aku bahagia. Tak perlu aku yang merindukanmu lagi. Tugasku sudah cukup. Tugasku kini pergi lalu menghilang. Untuk tak saling mengenal akan lebih baik, mungkin? Hahaha aku hanya bercanda. Aku tidak kekanak kanakan lagi. Aku hanya berharap aku dan kamu baik baik saja. Kita bahagia bersama, di jalan yang berbeda.
Dan harapan terakhirku adalah suatu saat aku dapat bertemu kamu, dengan senyuman. Tak ada lagi kecanggungan. Lalu berbincang. Dan aku akan mengenalkan seseorang padamu. Dan sebaliknya.
Iya, seseorang yang aku kenalkan adalah orang yang membuat aku tersenyum setelah kamu membuat aku menangis. Dan kamu, mengenalkan seseorang yang kamu ajak tersenyum ketika aku sedang menangis.
Untuk kamu. Yang sempat hadir.
Aku merasa cukup. Dan aku pergi.
Apa kabar? Sudah lama kita tak jumpa. Jangankan berjumpa, saling sapa pun sudah tidak. Aku maklumi itu semua. Aku menghargai kehidupanmu, dan kau? entahlah masih peduli dengan hidupku atau tidak.
Mungkin kamu akan bertanya, kenapa aku menulis ini semua? Jika kau mengira, karena aku ingin mencuri perhatianmu tentu tidak. Untuk apa. Lalu jika kau mengira, aku ingin mendramatisir keadaan itupun tidak. Sama sekali tidak.
Aku menulis semua ini hanya karena rindu. Tak pernahkah kau merasakannya juga? Aku harap kau sempat merindukanku walau hanya semalam. Setidaknya kau mengingat bagaimana aku tertawa lalu menangis. Setidaknya kau mengingat bagaimana susahnya berusaha dan mudahnya menyerah.
Cinta kita hanyalah cinta monyet. Cinta yang tumbuh dibawah atap sekolah. Cinta yang terus tumbuh hanya karena memandang dari jauh. Cinta yang terus tumbuh ketika kita bertukar sapa dan senyum. Cinta yang terus tumbuh karena pipiku merona setiap kali mendengar namamu. Manis. Aku masih bisa merasakannya walaupun hanya sedikit mengingatnya.
Aku masih ingat betapa lucunya saat pertama kali aku melihatmu. Kita terlihat canggung. Lalu saling tersenyum sesudahnya.
Aku juga masih ingat betapa indahnya hujan kala itu. kau terus melajukan motor dengan cepat agar aku tidak lama terkena hujan. Aku hanya bisa bersembunyi sambil mengeratkan pelukan dibalik punggungmu. Kau tidak tahu, seberapa banyak aku tersenyum saat itu..
Aku tidak peduli, apakah aku cinta pertamamu atau bukan. Aku menyimpan memori dalam hidupmu atau tidak. Yang aku tahu aku merasakannya. Cukup aku.
Kau juga bukan kekasih pertamaku atau kedua. Tapi percayalah. Kau membuatku mengenal banyak hal untuk pertama kalinya. Kau membuat aku belajar untuk pertama kalinya.
Kau orang pertama yang membuatku merasa berharga dan merasa dihargai. Kau membuat aku merasa bahwa aku adalah seseorang yang patut diperjuangkan. Bukan orang yang selalu menunggu, menanti bahkan meminta.
Untuk kamu, yang sempat hadir.
Maaf aku sempat membuatmu muak. Dengan sikapku yang kekanak-kanakan. Yang sering mengeluh, yang sering berdrama dengan segala masalah. Kau selalu mengingatkanku. Dan lagi, aku terlambat menyadarinya. Aku tau aku salah, tapi siapa yang peduli saat itu. Yang aku tau hanya, cinta itu menyakitkan ketika kamu pergi. Itu saja. Bodoh? Iya. Sangat bodoh. Kadang aku pun hanya tertawa bila mengingatnya. Perjalanan kita amat sangat lucu ternyata.
Aku ingat, kita memulai dengan cara yang salah. Entah aku, atau kamu. Tapi aku tak ingin menyalahkan siapapun, karena untuk masalah perasaan semua orang akan merasa benar. Meskipun penuh kebohongan dan ketidakpedulian. Cukup aku saja yang tau maksud semuanya.
Perjalanan memang kadang membuat aku terbang lalu jatuh. Dan terimakasih, kamu telah menjadi perjalananku. Hidup kadang terasa manis seperti gulali yang aku beli di taman hiburan, tapi ada masanya terasa pahit sama seperti aku yg tidak sengaja menyesap ampas kopi. Dan kamu telah menjadi keduanya di saat yang bersamaan. Sekali lagi, terimakasih. Untuk pernah hadir lalu pergi. Dan untuk sempat memulai lalu mengakhiri.
Untuk kamu, yang sempat hadir.
Aku tadi bilang bahwa aku merindukanmu, tapi setelah aku menulis ini semua aku tak lagi merasakannya. Aku sedang tersenyum, percayalah. Aku bahagia. Tak perlu aku yang merindukanmu lagi. Tugasku sudah cukup. Tugasku kini pergi lalu menghilang. Untuk tak saling mengenal akan lebih baik, mungkin? Hahaha aku hanya bercanda. Aku tidak kekanak kanakan lagi. Aku hanya berharap aku dan kamu baik baik saja. Kita bahagia bersama, di jalan yang berbeda.
Dan harapan terakhirku adalah suatu saat aku dapat bertemu kamu, dengan senyuman. Tak ada lagi kecanggungan. Lalu berbincang. Dan aku akan mengenalkan seseorang padamu. Dan sebaliknya.
Iya, seseorang yang aku kenalkan adalah orang yang membuat aku tersenyum setelah kamu membuat aku menangis. Dan kamu, mengenalkan seseorang yang kamu ajak tersenyum ketika aku sedang menangis.
Untuk kamu. Yang sempat hadir.
Aku merasa cukup. Dan aku pergi.
Setiap orang patah hati, punya hak untuk cengeng
Mengikhlaskan sesuatu itu butuh waktu, tidak bisa instan. Apalagi untuk melepaskan seseorang yang begitu kamu sayang. Tidak mudah, sama sekali tidak mudah.
Hanya saja, sesuatu yang memaksakan diri untuk lepas, sekeras apa pun kamu mempertahankan tetap saja akan lepas.
Pelan-pelan saja, untuk melepaskan sesuatu yang teramat kau cintai, tidak bisa dengan waktu seketika. Nikmatilah prosesnya. Jika harus cengeng, tidak apa-apa. Karena setiap orang patah hati punya hak untuk cengeng. Nanti, waktu akan menjawab segalanya. Butuh berapa lama? tidak ada yang tahu. Setiap luka punya waktu sendiri untuk sembuh. Setiap cinta butuh waktu untuk kembali tumbuh.
Tidak perlu malu –apalagi takut untuk menangis.
Tidak peduli kamu laki-laki atau perempuan.
Menangis saat hatimu sedih, saat kenyataan terasa pedih, adalah hal yang wajar. Manusiawi. Dan kau sadar kau masih manusia.
Percayalah, sekuat apa pun seseorang, tidak ada satu orang pun yang merasa tidak apa-apa saat hatinya dipatahkan. Tetap saja akan merasa sedih. Tetap saja akan merasa iba hati. Apalagi jika kenyataannya yang membuatmu patah hati adalah seseorang yang tak pernah kau duga akan melakukan semua itu. Seseorang yang begitu kau cintai.
Nikmati saja proses lukanya –pelan namun pasti semuanya akan kembali membaik.
Ya, tidak ada yang tahu memang berapa lama waktu untuk menyembuhkan luka. Hanya saja, satu yang pasti, nanti akan ada seseorang yang kembali mengisi ruang di hatimu untuk jatuh cinta. Bisa saja orang yang sama, yang kembali datang dengan penyesalan dan memilih mencintaimu selamanya.
Kau boleh menerima lagi atau tidak menyediakan tempat sama sekali. Atau barangkali seseorang yang baru. Tidak ada jaminan dia adalah orang yang lebih baik. Namun, semoga saja yang datang adalah seseorang yang tulus mencintaimu, yang takan pernah pergi setelah tau kekuranganmu ☺
Mengikhlaskan sesuatu itu butuh waktu, tidak bisa instan. Apalagi untuk melepaskan seseorang yang begitu kamu sayang. Tidak mudah, sama sekali tidak mudah.
Hanya saja, sesuatu yang memaksakan diri untuk lepas, sekeras apa pun kamu mempertahankan tetap saja akan lepas.
Pelan-pelan saja, untuk melepaskan sesuatu yang teramat kau cintai, tidak bisa dengan waktu seketika. Nikmatilah prosesnya. Jika harus cengeng, tidak apa-apa. Karena setiap orang patah hati punya hak untuk cengeng. Nanti, waktu akan menjawab segalanya. Butuh berapa lama? tidak ada yang tahu. Setiap luka punya waktu sendiri untuk sembuh. Setiap cinta butuh waktu untuk kembali tumbuh.
Tidak perlu malu –apalagi takut untuk menangis.
Tidak peduli kamu laki-laki atau perempuan.
Menangis saat hatimu sedih, saat kenyataan terasa pedih, adalah hal yang wajar. Manusiawi. Dan kau sadar kau masih manusia.
Percayalah, sekuat apa pun seseorang, tidak ada satu orang pun yang merasa tidak apa-apa saat hatinya dipatahkan. Tetap saja akan merasa sedih. Tetap saja akan merasa iba hati. Apalagi jika kenyataannya yang membuatmu patah hati adalah seseorang yang tak pernah kau duga akan melakukan semua itu. Seseorang yang begitu kau cintai.
Nikmati saja proses lukanya –pelan namun pasti semuanya akan kembali membaik.
Ya, tidak ada yang tahu memang berapa lama waktu untuk menyembuhkan luka. Hanya saja, satu yang pasti, nanti akan ada seseorang yang kembali mengisi ruang di hatimu untuk jatuh cinta. Bisa saja orang yang sama, yang kembali datang dengan penyesalan dan memilih mencintaimu selamanya.
Kau boleh menerima lagi atau tidak menyediakan tempat sama sekali. Atau barangkali seseorang yang baru. Tidak ada jaminan dia adalah orang yang lebih baik. Namun, semoga saja yang datang adalah seseorang yang tulus mencintaimu, yang takan pernah pergi setelah tau kekuranganmu ☺
Tuesday, October 6, 2015
Bingung Kasih Judul Apa
Aku malu pada mawar di vas itu, dia menatapku heran daritadi sangat sinis. Entah apa dibenak sang mawar, itu karna ulahmu. Berhentilah tersenyum lalu mengobrak abrik jiwaku, maaf aku senang tapi juga tak tenang. aku tau itu mempesona tapi hanya bualan. Liar sekali senyummu melumuri fajar dan malamku, sampai lancangnya kau curi setiap detikku. Untuk itu aku harus membayar mahal dari ucapan "GILA" dari sang mawar. Iya mahal karena memang tak kurasa bahwa aku gila, bukan begitu?
Aku tanya kau kau membisu, aku sentuh kau kau mematung tapi tetap tersenyum. Aku pandangi kau kau pandangi aku. Ahh sudahlah mataku sudah merengek untuk dipejamkan, kau yg tetap tersenyum dalam potret ini tidurlah esok kau akan kukenang lagi.
Aku tanya kau kau membisu, aku sentuh kau kau mematung tapi tetap tersenyum. Aku pandangi kau kau pandangi aku. Ahh sudahlah mataku sudah merengek untuk dipejamkan, kau yg tetap tersenyum dalam potret ini tidurlah esok kau akan kukenang lagi.
Saturday, August 15, 2015
KANGEN
Aku kangen. Beneran. Mungkin ini terdengar aneh.
Namamu merasuk masuk ke otakku diatas hapalan Biologi
yang terlanjur lebih dulu masuk ke otakku. Kamu menggangu sekali
2 hari yang lalu, kemarin dan hari ini, kamu kembali
Dimana lagi?
Di otak dan hatiku kali ini!
Jujur
Aku benci.
Kamu datang, memberi kabar, lalu pergi tanpa permisi
Selalu dan selalu kamu sibuk sendiri! Ingin rasanya, aku melupakan
Tapi, mengingat kata-katamu kemarin, aku menggigil
Kalau aku bom, aku sudah meledak dari kemarin
Sakit ya? Tapi itu realita, aku cuma butuh waktu untuk menerimanya.
Sore dan hujan.
Hujan khas kotaku tercinta Bandung.
Deras dan bau tanah basah
Kangen.
Berharap kamu tau
walaupun sebenarnya kamu tak akan pernah tau
Berharap kamu peduli
walaupun kamu tipe orang yang cuek setengah mati
Kangen
Tapi aku berusaha untuk tak kangen
Rumit ya? Kangen itu memang selalu rumit kok!
Lebih rumit lagi, kalo aku merasakannya tapi kamu tidak merasakannya
Cara terbaik adalah menahannya, melupakannya, atau mungkin membuangnya jauh dari otakku, segera!
Berhasil atau tidak? Itu urusan belakangan.
Jika aku rindu, cukup menatap jendela
mengetuk-ngetuknya dengan tangan
berharap nafasmu ikut berembun disitu.
Terobati atau tidak?
Itu urusan belakangan hehe
Namamu merasuk masuk ke otakku diatas hapalan Biologi
yang terlanjur lebih dulu masuk ke otakku. Kamu menggangu sekali
2 hari yang lalu, kemarin dan hari ini, kamu kembali
Dimana lagi?
Di otak dan hatiku kali ini!
Jujur
Aku benci.
Kamu datang, memberi kabar, lalu pergi tanpa permisi
Selalu dan selalu kamu sibuk sendiri! Ingin rasanya, aku melupakan
Tapi, mengingat kata-katamu kemarin, aku menggigil
Kalau aku bom, aku sudah meledak dari kemarin
Sakit ya? Tapi itu realita, aku cuma butuh waktu untuk menerimanya.
Sore dan hujan.
Hujan khas kotaku tercinta Bandung.
Deras dan bau tanah basah
Kangen.
Berharap kamu tau
walaupun sebenarnya kamu tak akan pernah tau
Berharap kamu peduli
walaupun kamu tipe orang yang cuek setengah mati
Kangen
Tapi aku berusaha untuk tak kangen
Rumit ya? Kangen itu memang selalu rumit kok!
Lebih rumit lagi, kalo aku merasakannya tapi kamu tidak merasakannya
Cara terbaik adalah menahannya, melupakannya, atau mungkin membuangnya jauh dari otakku, segera!
Berhasil atau tidak? Itu urusan belakangan.
Jika aku rindu, cukup menatap jendela
mengetuk-ngetuknya dengan tangan
berharap nafasmu ikut berembun disitu.
Terobati atau tidak?
Itu urusan belakangan hehe
Sunday, August 9, 2015
Perbedaan dan Air Mata
Saya
mengingat lagi cerita teman saya. Baru beberapa hari saya temui dia di cafe. Jujur, pikiran saya masih terbebani oleh cerita
yang ia ungkapan. Tentang hubungannya, tentang kekasihnya, yang jauh dari kata
normal. Iya, mereka berbeda, tidak sama seperti orang lainnya.
Ketika
dia bercerita dengan menggunakan air mata, saya tahu bahwa beban yang ia pikul
sangatlah berat. Air mata yang saya lihat hari Rabu minggu kemarin adalah luapan
emosinya yang sempat tertahan. Saya bisa rasakan sakit yang memukul-mukul
perasaannya. Tapi, dalam duka, masih terselip kebahagiaan yang mampu ia
ceritakan pada saya, walau dengan suara tertatih, walau dalam halaan napas
lirih.
Jatuh
cinta adalah dua kata yang sulit dijelaskan. Tidak terdefinisikan. Soal hati,
kata-kata seakan tak ahli untuk memaparkan juga mendeskripsikan. Saya tidak
akan berbicara tentang cinta, juga tentang mimpi omong kosong yang diciptakan
saat hadirnya cinta. Ini semua soal kenyataan, soal dunia yang begitu nyata.
Agama.
Air
mata memang sia-sia, karena yang
dibutuhkan di sini adalah kedewasaan. Semua berawal manis dan indah. Teman
saya, awalnya memang bercerita dengan senyum sumringah. Ia berkenalan dengan
seorang pria, secara tidak sengaja. Tentu saja, kita seringkali menganggap
banyak hal terjadi karena kebetulan. Kebetulan mungkin adalah rencana Tuhan
yang belum benar2 kita pahami.
Tatapan
mereka saling beradu, hanya senyum dan tawa yang tercipta kala itu. Teman saya,
wanita beragama Kristen tersebut, berkenalan dengan seorang pria, yang membuat hatinya
merasa nyaman. Pria yang tiba-tiba merasuk masuk dalam ingatan dan setiap
napasnya.
Indah
memang, cinta mengubah segala yang hitam putih menjadi warna-warni. Tumpukan
kebahagiaan semakin sempurna, ketika perkenalan teman saya dan pria itu
berlangsung ke tahap yang lebih dalam, lebih dekat.
Segalanya
terasa manis, walaupun juga terasa asing. Rasa nyaman itu kini berangsur
berubah menjadi rasa takut kehilangan. Mereka berusaha untuk saling melindungi
satu sama lain. Mungkin, ketika salib berada dalam genggaman tangan teman saya,
dan ketika tasbih berada dalam genggaman pria itu dengan air mata, mereka
saling mendoakan.
Saya
bisa rasakan kehangatan mereka. Sangat hangat. Sangat dekat. Saya iri,
mengingat hubungan saya yang lebih dulu kandas termakan perpisahan. Saya dan
pria di masa lalu tersebut tidak sekuat dan setegar teman saya. ehh, jadi
curhat. Sungguh, saya benci membahas masa yang tak ingin saya ingat lagi. Teman
saya dan kekasihnya masih terus mempertahankan walau mereka berbeda. Perbedaan
keyakinan bukan alasan untuk tidak saling jatuh cinta.
Inilah
yang membuat saya semakin terharu, teman saya menunggu kekasihnya salat di
masjid. Ia menunggu dengan sangat sabar meskipun lirikan mata yang tajam
tertuju padanya.
Dalam
perbedaan, mereka saling menguatkan. Keindahan mereka sampai pada kelopak mata
saya. Saya tak tahu harus berkomentar apa. Terharu? Prihatin? Sinis?
Hey,
mereka berbeda dari pasangan yang lainnya. Mereka bukan pasangan bermanja-manja
yang mabuk kepayang akan cinta, saling bergelayut mesra dalam pelukan. Sampah.
Pacaran model cinta monyet. Teman saya dan kekasihnya sungguh berbeda, mereka
punya kebahagiaan yang tak dimengerti banyak orang. Kebahagiaan yang belum
tentu bisa dirasakan oleh banyak orang yang sibuk menghakimi hubungan mereka.
Saturday, August 8, 2015
Hai, malam ini izinkan saya yg bukan siapa2 berpesan mengenai hal hal yg mungkin saya sndiri blm maksimal menjalankannya.
Jadi gini, lelakimu tidaklah semenawan Yusuf sang Nabi yg karena ketampanannya perempuan2 itu memotong-motong jari tangan tanpa terasa saat memandangnya. Tapi engkau para wanita, kalian jg hrus ingat bahwa kalianpun bukan bidadari pemilik kecantikan yg sempurna. Kalian samasama manusia dengan sgala kekurangan yg selalu kalian miliki.
Pahamilah, keindahan sesungguhya adalah dari batinmu. Cantiknya hati jauh lebih abadi. Sebab badanmu akan lapuk termakan usia, sementara hatimu adalah keindahan yg tak mengenal tua.
Cintai pasangan kalian bukan karna matanya, hidungnya, atau tangannya. bukan pula karna indah tatap matanya atau hal2 fisik lainnya. Cintai dia dgn sgala kekurangannya. Bagiku, salah satu hal terindah di dunia adalah memiliki seseorang yg tetap mencintaimu meski dia tau kekuranganmu.
hai para wanita, lelaki yg mencintaimu tidaklah sekaya nabi Sulaiman AS atau sedermawan nabi Ibrahim, tp kalianpun bukan Robiah yg hatinya bersih dari dunia ataupun Aisyah istri Firaun yg siap menerima nya meski sedemikian jahatnya.
sayang, lelaki yg mencintaimu tidaklah sempurna sperti nabi Muhammad SAW kan? tapi kamu juga tau kalo kamu juga tidak setabah Khadijah istri sang Nabi.
Jadi gini, lelakimu tidaklah semenawan Yusuf sang Nabi yg karena ketampanannya perempuan2 itu memotong-motong jari tangan tanpa terasa saat memandangnya. Tapi engkau para wanita, kalian jg hrus ingat bahwa kalianpun bukan bidadari pemilik kecantikan yg sempurna. Kalian samasama manusia dengan sgala kekurangan yg selalu kalian miliki.
Pahamilah, keindahan sesungguhya adalah dari batinmu. Cantiknya hati jauh lebih abadi. Sebab badanmu akan lapuk termakan usia, sementara hatimu adalah keindahan yg tak mengenal tua.
Cintai pasangan kalian bukan karna matanya, hidungnya, atau tangannya. bukan pula karna indah tatap matanya atau hal2 fisik lainnya. Cintai dia dgn sgala kekurangannya. Bagiku, salah satu hal terindah di dunia adalah memiliki seseorang yg tetap mencintaimu meski dia tau kekuranganmu.
hai para wanita, lelaki yg mencintaimu tidaklah sekaya nabi Sulaiman AS atau sedermawan nabi Ibrahim, tp kalianpun bukan Robiah yg hatinya bersih dari dunia ataupun Aisyah istri Firaun yg siap menerima nya meski sedemikian jahatnya.
sayang, lelaki yg mencintaimu tidaklah sempurna sperti nabi Muhammad SAW kan? tapi kamu juga tau kalo kamu juga tidak setabah Khadijah istri sang Nabi.
Thursday, August 6, 2015
Sedikit dariku
Wahai
para lelaki, sesungguhnya apakah kamu mengetahui dengan benar hati seorang
wanita?
Tidakkah engkau selalu bertanya, kenapa seorang wanita selalu mudah menangis,sensitif, dan manja?”
Sesungguhnya kami tidaklah sepenuhnya seperti yang selalu engkau gambarkan, wahai laki-laki.
Dimatamu,seorang wanita adalah sosok yang cengeng, manja, sensitif, egois.
Sesungguhnya, bukankah sebagian kecil dari hal-hal tersebutlah itulah kami ada untuk menyeimbangimu, wahai laki-laki.
Seorang wanita tidak akan menangis dengan mudah,Kecuali di depan orang yang amat dia sayangi.
Dia menjadi lemah
Seorang wanita tidak akan menangis dengan mudah, Hanya jika dia sangat menyayangimu,
Tiada lagi rasa egonya
Dia menangis bukan karena dia lemah, Dia menangis bukan kerana dia menginginkan simpati
atau rasa kasihan. Dia menangis, Karena menangis dengan diam-diam sudah tidak mampu bagi dirinya
wahai lelaki, Hati seorang wanita itu
Sensitif
Wanita memang lebih sering dikenal karena sifatnya yang sensitif.
Bukan hanya karena dia sedang datang bulan. Bukan bermaksud karena ingin merajuk,
tapi mereka hanya ingin bermanja dan mendapatkan perhatian.
Halus..
Ibarat sehelai sutera,cantik,mulus,lembut dan mudah tercarik dan koyak.
Walaupun seorang wanita memaafkan seseorang yang lain atas sebab kesalahan,biasanya wanita akan ingat kesalahan tersebut untuk disimpan jadi pengajaran.Bukan dendam.
Ikhlas..Jangan pernah engkau ragukan Ikhlas-nya seorang wanita.
Manja..Walaupun dia adalah seorang wanita yang pandai berdikari,naluri seorang wanita masih lagi tetap seorang wanita.Suka bermanja bukan hanya kepada insan yang bernama lelaki ,namun juga sesama kaum.
Ego...Wanita yang terlalu sayang akan kekasihnya sanggup menolak ketepi Egonya,apabila bertatap muka dengan orang yang dia cintai.
Perhatian...Tanpa kamu sadari, seorang wanita akan memperhatikan sekeliling dalam diam.
Laki-laki…Engkau tahu kalau wanita diciptakan dari tulang rusukmu.Karena itulah dia selalu menjadi bagian dalam hidupmu.
Laki-laki…Karena kami adalah bagian dalam hidupmu, melengkapi yang tak ada dalam dirimu :perasaan, emosi, kelamahlembutan, keluwesan, keindahan, kecantikan, rahim untuk melahirkan penerusmu,mengurusi hal-hal yang kadang dianggap sepele.
Hingga terkadang kamu tidak mengerti mengenai hal-hal itu, kami lah yang akan menyelesaikannya.
Jika ada makhluk yang sangat betolak belakang, kontras dengan dirimu, itulah kami.Jika ada makhluk yang sanggup menaklukkan hatimu hanya dengan sebuah senyuman, itulah kami…Perempuan. Jika ada makhluk yang dapat membuatmu menangis, tersenyum,tertawa,marah…itulah kami Perempuan.
Laki-laki…Jika memang ada hal dapat membuatmu marah dan hal-hal yang tidak kamu sukai,hendaknya kamu lihat lebih dalam.. lebih dalam ke dalam mata kami wahai laki-laki…Karena dari sinilah kamu akan menemukan semua jawaban itu.Karena sesungguhnya kami tidak bisa menyembunyikan isi hati kami dengan sempurna…itu kami… Perempuan.
Laki-laki…Batu yang keras dapat terkikis oleh air.
Sifat laki-laki yang keras ternetralisir oleh kelembutan kami…Perempuan.
Rumput yang lembut tidak akan mudah tumbang oleh badai dibandingkan dengan pohon yang besar dan rindang… Seperti itulah kami.Dalam kelembutan, disitulah terletak kekuatan dan ketahanan yang membuat kami dapat bertahan dalam situasi apapun.
Laki-laki…Jika kalian berfikir tentang perasaan perempuan,itu sepersekian dari hidupmu..Tapi jika perempuan berfikir tentang perasaan laki-laki, itu akan menyita seluruh hidupnya.
Laki-laki…Berfikirlah lebih jauh jika engkau hendak menyakiti seorang wanita.Karena ALLAH akan menghitung setiap butiran air mata seorang wanita yang berguguran,apalagi jika dia adalah seorang Ibu dan anaknya dan mungkin anakmu.
Menyakiti seorang wanita, akan sama saja seperti engkau menyakiti perasaan Ibu yang telah melahirkanmu,memberimu nafas kehidupan.
dari : aku yg senantiasa memaafkanmu.
Tidakkah engkau selalu bertanya, kenapa seorang wanita selalu mudah menangis,sensitif, dan manja?”
Sesungguhnya kami tidaklah sepenuhnya seperti yang selalu engkau gambarkan, wahai laki-laki.
Dimatamu,seorang wanita adalah sosok yang cengeng, manja, sensitif, egois.
Sesungguhnya, bukankah sebagian kecil dari hal-hal tersebutlah itulah kami ada untuk menyeimbangimu, wahai laki-laki.
Seorang wanita tidak akan menangis dengan mudah,Kecuali di depan orang yang amat dia sayangi.
Dia menjadi lemah
Seorang wanita tidak akan menangis dengan mudah, Hanya jika dia sangat menyayangimu,
Tiada lagi rasa egonya
Dia menangis bukan karena dia lemah, Dia menangis bukan kerana dia menginginkan simpati
atau rasa kasihan. Dia menangis, Karena menangis dengan diam-diam sudah tidak mampu bagi dirinya
wahai lelaki, Hati seorang wanita itu
Sensitif
Wanita memang lebih sering dikenal karena sifatnya yang sensitif.
Bukan hanya karena dia sedang datang bulan. Bukan bermaksud karena ingin merajuk,
tapi mereka hanya ingin bermanja dan mendapatkan perhatian.
Halus..
Ibarat sehelai sutera,cantik,mulus,lembut dan mudah tercarik dan koyak.
Walaupun seorang wanita memaafkan seseorang yang lain atas sebab kesalahan,biasanya wanita akan ingat kesalahan tersebut untuk disimpan jadi pengajaran.Bukan dendam.
Ikhlas..Jangan pernah engkau ragukan Ikhlas-nya seorang wanita.
Manja..Walaupun dia adalah seorang wanita yang pandai berdikari,naluri seorang wanita masih lagi tetap seorang wanita.Suka bermanja bukan hanya kepada insan yang bernama lelaki ,namun juga sesama kaum.
Ego...Wanita yang terlalu sayang akan kekasihnya sanggup menolak ketepi Egonya,apabila bertatap muka dengan orang yang dia cintai.
Perhatian...Tanpa kamu sadari, seorang wanita akan memperhatikan sekeliling dalam diam.
Laki-laki…Engkau tahu kalau wanita diciptakan dari tulang rusukmu.Karena itulah dia selalu menjadi bagian dalam hidupmu.
Laki-laki…Karena kami adalah bagian dalam hidupmu, melengkapi yang tak ada dalam dirimu :perasaan, emosi, kelamahlembutan, keluwesan, keindahan, kecantikan, rahim untuk melahirkan penerusmu,mengurusi hal-hal yang kadang dianggap sepele.
Hingga terkadang kamu tidak mengerti mengenai hal-hal itu, kami lah yang akan menyelesaikannya.
Jika ada makhluk yang sangat betolak belakang, kontras dengan dirimu, itulah kami.Jika ada makhluk yang sanggup menaklukkan hatimu hanya dengan sebuah senyuman, itulah kami…Perempuan. Jika ada makhluk yang dapat membuatmu menangis, tersenyum,tertawa,marah…itulah kami Perempuan.
Laki-laki…Jika memang ada hal dapat membuatmu marah dan hal-hal yang tidak kamu sukai,hendaknya kamu lihat lebih dalam.. lebih dalam ke dalam mata kami wahai laki-laki…Karena dari sinilah kamu akan menemukan semua jawaban itu.Karena sesungguhnya kami tidak bisa menyembunyikan isi hati kami dengan sempurna…itu kami… Perempuan.
Laki-laki…Batu yang keras dapat terkikis oleh air.
Sifat laki-laki yang keras ternetralisir oleh kelembutan kami…Perempuan.
Rumput yang lembut tidak akan mudah tumbang oleh badai dibandingkan dengan pohon yang besar dan rindang… Seperti itulah kami.Dalam kelembutan, disitulah terletak kekuatan dan ketahanan yang membuat kami dapat bertahan dalam situasi apapun.
Laki-laki…Jika kalian berfikir tentang perasaan perempuan,itu sepersekian dari hidupmu..Tapi jika perempuan berfikir tentang perasaan laki-laki, itu akan menyita seluruh hidupnya.
Laki-laki…Berfikirlah lebih jauh jika engkau hendak menyakiti seorang wanita.Karena ALLAH akan menghitung setiap butiran air mata seorang wanita yang berguguran,apalagi jika dia adalah seorang Ibu dan anaknya dan mungkin anakmu.
Menyakiti seorang wanita, akan sama saja seperti engkau menyakiti perasaan Ibu yang telah melahirkanmu,memberimu nafas kehidupan.
dari : aku yg senantiasa memaafkanmu.
Wednesday, July 29, 2015
Jatuh cinta
Hai, malam ini aku ingin brcerita. ya kmu pasti bisa menebaknya.
Aku sedang gembira haha, hm lebih tepatnya aku sedang jatuh cinta.
kepada siapa? tidak tidak, bicara tentang cinta buatku bukan perihal pada siapa
Tapi pada 'Apa' karna jika ditanya pada siapa berarti aku hanya cinta kpda fisik dan keberadaan dirinya, tp aku tidak begitu. Jadi jgn tanyakan padaku kpada siapa aku jatuh cinta.
Tanyakan pada 'Apa'. yaa, aku cinta pada caranya memanggil namaku dgn intonasi tertentu. Aku mencintai sikap dia yg rendah hati aku mencintai cara dia memandangku, yah semua yg ada padanya begitu indah.
Aku bahkan mencintai cara dia mengejekku. Aku cinta pada sunyi yg menenangkan ketika kita samasama terdiam meskipun tanpa bahan pembicaraan
Aku bahkan mencintai jarak yg memberi masa pada rindu yg menekukkan senyum di wajahnya ketika akhirnya kita bertemu.
Yaap, aku jatuh cinta dan aku bahagia.
Aku sedang gembira haha, hm lebih tepatnya aku sedang jatuh cinta.
kepada siapa? tidak tidak, bicara tentang cinta buatku bukan perihal pada siapa
Tapi pada 'Apa' karna jika ditanya pada siapa berarti aku hanya cinta kpda fisik dan keberadaan dirinya, tp aku tidak begitu. Jadi jgn tanyakan padaku kpada siapa aku jatuh cinta.
Tanyakan pada 'Apa'. yaa, aku cinta pada caranya memanggil namaku dgn intonasi tertentu. Aku mencintai sikap dia yg rendah hati aku mencintai cara dia memandangku, yah semua yg ada padanya begitu indah.
Aku bahkan mencintai cara dia mengejekku. Aku cinta pada sunyi yg menenangkan ketika kita samasama terdiam meskipun tanpa bahan pembicaraan
Aku bahkan mencintai jarak yg memberi masa pada rindu yg menekukkan senyum di wajahnya ketika akhirnya kita bertemu.
Yaap, aku jatuh cinta dan aku bahagia.
mereka yg berjuang walau kesakitan
Sesuatu yang dipersatukan
Tuhan tak dapat dipisahkan manusia. Seringkali kita menyebutnya jodoh. Ketika
berlari, selalu tertuju ke arah yang sama. Ketika mencoba untuk pergi, selalu
kembali ke jalan yang sama. Semua berputar dan berotasi, konsep jodoh sendiri
semakin tereksplorasi. Katanya, jodoh berarti miliki banyak kesamaan. Katanya,
jodoh berkaitan dengan hilangnya perbedaan. Dan katanya lagi, jodoh adalah soal
memiliki seutuhnya. Jika itulah yang berarti jodoh, lantas bagaimana mereka
yang jelas-jelas berbeda?
Jatuh cinta menimbulkan
banyak rasa juga tanya. Ada yang bertemu, begitu mudah jatuh cinta, lalu
kemudian memiliki. Ada yang tak sengaja bertemu, menjalin persahabatan, lalu
saling mencintai. Ada lagi yang tak pernah rencanakan apapun, tapi tiba-tiba jatuh
cinta, namun terhalang untuk memiliki karena perbedaan agama.
Pernahkan kita melirik
sedikit pada jiwa-jiwa yang jatuh cinta walau berbeda? Seberapa besarkah
perjuangan yang mereka lakukan hanya untuk merasakan jatuh cinta layaknya
pasangan normal lainnya? Mereka kadang terpojokkan, oleh perbedaan yang katanya
sulit disatukan; norma agama... sesuatu yang sudah menjadi patokan dan tak
mampu lagi ditawar. Mereka berbeda tapi masih berjuang, mereka temukan banyak
luka tapi berusaha tak terlihat kesakitan.
Ketika yang lain sibuk
mencumbu tanpa pernah mengerti arti cinta yang sesungguhnya, mereka sibuk
mengeja dan merapal doa yang sama; meskipun diucapkan dengan bahasa yang
berbeda. Dalam setiap sujud, dalam setiap lipatan tangan, dalam setiap sentuhan
Al-Quran, dan dalam setiap sentuhan Alkitab mereka saling mendoakan, meskipun
tahu segalanya tak memungkinkan.
Segalanya terlewati dengan
cara yang berbeda, apakah salah mereka? Hingga dunia menatap mereka layaknya
penjahat kecil yang pasti bersalah dan tak berhak untuk membela diri. Apa salah
mereka, jika mereka sama-sama mengenal Tuhan walaupun memanggilNya dengan
panggilan berbeda?
Friday, July 24, 2015
No Title
Hari yg lalu aku menangis, menangisi cinta menangisi betapa paitnya akhir kisahku bersamanya. Lalu aku memutuskan untuk tidak ingin jatuh cinta, karna sulit bagiku untuk mempercayai hati ini kepada seseorang.
Tidak, ternyata jatuh cinta tidak sesulit itu! aku baru saja merasakannya bersama seseorang. entah ini akan sperti apa aku tidak tau. tapi yg jelas saat ini aku sedang jatuh cinta. Jatuh kepada seorang lelaki yg unik, rendah hati, entah bagaimana aku bisa merasakan getaran itu saat dia ada.
Kalian tau bagaimana dia menatapku saat kita berjumpa? tatapan itu yg tidak akan pernah aku lupakan, mata nya yg indah. Ah sudahlah aku semakin terlarut dalam indah bola mata nya. ternyata jatuh cinta mudah, tak serumit kata-kataku. Tak perlu kususun
Semudah pernyataanku
“Aku nyaman! Nyaman mampu membuatku singgah padanya
Nyaman mampu membuatku menatap lagit tanpa mendongak!” Ribuan patahan bunga menghujam jantungku
Menatapmu melumpuhkan sendi, walaupun perjumpaan kita diawali gugup.
Aku ingat saat awal kita kenal, saat itu aku baru saja mengakhiri hubunganku bersama seorang yg saat ini entah bagaimana wujudnya. saat itu dia ada, lalu aku ceritakan semua kesedihanku padanya. Dan entah bagaimana aku dan dia semakin dekat, aku memang terlanjur percaya diri bahwa dia menyayangiku. tp apa salahnya? Toh jika itu tidak benar, aku yg akan menanggung sakitnya sendirian. Karna bagiku, berani jatuh cinta harus berani patah hati juga.
Semakin hari semakin kita dekat, semakin dia banyak mengucapkan hal hal manis padaku.
Yah, seperti itulah jatuh cinta. Siang malam kuhabiskan untuk memikirkannya. Jujur saja, aku blm tau bagaimana ini akan berakhir. Dapat kubilang bahwa dia lelaki yg baru saja membuatku "Baper". yap, baper sperti kata kata jaman skarang. entah dia akan meninggalkanku begitu saja, atau emm sudahlah. ini masih dia rahasiakan.
Tidak, ternyata jatuh cinta tidak sesulit itu! aku baru saja merasakannya bersama seseorang. entah ini akan sperti apa aku tidak tau. tapi yg jelas saat ini aku sedang jatuh cinta. Jatuh kepada seorang lelaki yg unik, rendah hati, entah bagaimana aku bisa merasakan getaran itu saat dia ada.
Kalian tau bagaimana dia menatapku saat kita berjumpa? tatapan itu yg tidak akan pernah aku lupakan, mata nya yg indah. Ah sudahlah aku semakin terlarut dalam indah bola mata nya. ternyata jatuh cinta mudah, tak serumit kata-kataku. Tak perlu kususun
Semudah pernyataanku
“Aku nyaman! Nyaman mampu membuatku singgah padanya
Nyaman mampu membuatku menatap lagit tanpa mendongak!” Ribuan patahan bunga menghujam jantungku
Menatapmu melumpuhkan sendi, walaupun perjumpaan kita diawali gugup.
Aku ingat saat awal kita kenal, saat itu aku baru saja mengakhiri hubunganku bersama seorang yg saat ini entah bagaimana wujudnya. saat itu dia ada, lalu aku ceritakan semua kesedihanku padanya. Dan entah bagaimana aku dan dia semakin dekat, aku memang terlanjur percaya diri bahwa dia menyayangiku. tp apa salahnya? Toh jika itu tidak benar, aku yg akan menanggung sakitnya sendirian. Karna bagiku, berani jatuh cinta harus berani patah hati juga.
Semakin hari semakin kita dekat, semakin dia banyak mengucapkan hal hal manis padaku.
Yah, seperti itulah jatuh cinta. Siang malam kuhabiskan untuk memikirkannya. Jujur saja, aku blm tau bagaimana ini akan berakhir. Dapat kubilang bahwa dia lelaki yg baru saja membuatku "Baper". yap, baper sperti kata kata jaman skarang. entah dia akan meninggalkanku begitu saja, atau emm sudahlah. ini masih dia rahasiakan.
Wednesday, July 8, 2015
Berbahagialah Kamu
sampai saat ini, aku masih merasa sedih
saat aku terpaksa mengingat satu lambaian tangan selamat tinggalmu
yang menjadi hujan dimataku setiap hari nya.
siapa yang melerai pelukan terlebih dahulu?
ingin sekali berhenti menyalahkanmu
tapi saat aku sadar bahwa kamu yang melerai pelukan terlebih dahulu
dan meninggalkan ku
itu sangat menyakitkan.
sayang, Maafkan aku yang enggan melupakanmu sampai saat ini.
sebenarnya sangat mudah melupakan seseorang seperti dirimu
hanya saja aku menyukai tantangan.
hingga akhirnya aku tak mau melupakanmu sampai saat ini.
aku yang saat ini begitu asik mengenang tetesan embun.
aku seperti tak ingin beranjak dari pagi.
berharap matahari terlambat tiba,
dan memberi kita waktu utuh berdua saja.
Ada banyak perbincangan bodoh bersamamu,
yang membuatku merasa pintar telah menjadi perempuanmu.
tetapi hujan dipagi hari membangunkan kenangan
yang sudah lama terlelap.
Seperti memanggil pulang nama seseorang,
yang telah pergi tapi ingatan tentangnya menetap.
Aku ingin kita tamasya ke padang awan.
Berlama-lama di sana, memelihara senja,
sampai berdua kita tak mau pulang.
Aku rindu kita.
Karena setelah kamu,
tiada benar-benar nyata.
Dan malam tak pernah lagi sama.
Kalau kisahku tak bisa bersama kamu.
Bisakah kita bersandiwara saja?
Sampai masing-masing kita lupa bahwa kita sedang berpura-pura.
Sayang, Hanya karena seseorang mau menunggu,
bukan berarti kau bisa mengulur waktu sesukamu.
pergilah, bagaimanapun harus tetap ada yang tinggal
untuk merawat kenangan yang belum siap tanggal.
Kenangan antara kita memang tidak bisa hilang,
tapi kenangan masih bisa terganti.
Sehingga yang lama perlahan memudar dan tak lagi berarti.
Aku, melepaskanmu dari segala pelukan rasa di hati dan fikiranku.
Selamat berbahagia sesukamu, Sayang.
saat aku terpaksa mengingat satu lambaian tangan selamat tinggalmu
yang menjadi hujan dimataku setiap hari nya.
siapa yang melerai pelukan terlebih dahulu?
ingin sekali berhenti menyalahkanmu
tapi saat aku sadar bahwa kamu yang melerai pelukan terlebih dahulu
dan meninggalkan ku
itu sangat menyakitkan.
sayang, Maafkan aku yang enggan melupakanmu sampai saat ini.
sebenarnya sangat mudah melupakan seseorang seperti dirimu
hanya saja aku menyukai tantangan.
hingga akhirnya aku tak mau melupakanmu sampai saat ini.
aku yang saat ini begitu asik mengenang tetesan embun.
aku seperti tak ingin beranjak dari pagi.
berharap matahari terlambat tiba,
dan memberi kita waktu utuh berdua saja.
Ada banyak perbincangan bodoh bersamamu,
yang membuatku merasa pintar telah menjadi perempuanmu.
tetapi hujan dipagi hari membangunkan kenangan
yang sudah lama terlelap.
Seperti memanggil pulang nama seseorang,
yang telah pergi tapi ingatan tentangnya menetap.
Aku ingin kita tamasya ke padang awan.
Berlama-lama di sana, memelihara senja,
sampai berdua kita tak mau pulang.
Aku rindu kita.
Karena setelah kamu,
tiada benar-benar nyata.
Dan malam tak pernah lagi sama.
Kalau kisahku tak bisa bersama kamu.
Bisakah kita bersandiwara saja?
Sampai masing-masing kita lupa bahwa kita sedang berpura-pura.
Sayang, Hanya karena seseorang mau menunggu,
bukan berarti kau bisa mengulur waktu sesukamu.
pergilah, bagaimanapun harus tetap ada yang tinggal
untuk merawat kenangan yang belum siap tanggal.
Kenangan antara kita memang tidak bisa hilang,
tapi kenangan masih bisa terganti.
Sehingga yang lama perlahan memudar dan tak lagi berarti.
Aku, melepaskanmu dari segala pelukan rasa di hati dan fikiranku.
Selamat berbahagia sesukamu, Sayang.
Untuk Kamu
Kini sperti sebuah mawar yg sempat kau berikan padaku, dan kau adalah air yg mampu menghidupinya. warna
merah di kelopak bunga yg begitu segar saat awal kau berikan, begitu
mudahnya mnjadi layu ketika tak ada air yg diserap oleh sari-sari nya.
Bunga itu pun mati, hatiku pun mati.
sisa-sia kelopak bunga yg mengering, kini menjelma mnjadi sisa-sisa ingatan yg haru.
ketika aku memngingat kebahagiaan yg sempat hadir diantara kita berdua. Lalu angin menghempaskannya entah kemana. Seperti kamu, yg meninggalkanku begitu saja tanpa pernah mengucapkan kata.
Apa kamu sadar? ada yg menanti kehadiranmu di beranda rumahnya, menantikanmu pulang dari pencarian yg membuatmu hilang.
Berbahagialah dipelukannya, ceritakan bahwa kamu tak pernah menemukan rumah peristirahatan dikala lelah yang senyaman dia.
Biar semua gores luka yg pernah kau ukir dgn sejuta harapan ini sembuh dengan dirinya.
Karna aku,aku Dina, aku hanyalah pelarian disaat kamu dihantui kesepian
karna aku, hanya pilihan yg tak akan pernah kau jadikan tujuan.
Hanya ini yg bisa aku ucapkan secara berulang : Terimakasih, untuk terima kasihmu yg kau ucap ditengah usahaku memperjuangkanmu.
sisa-sia kelopak bunga yg mengering, kini menjelma mnjadi sisa-sisa ingatan yg haru.
ketika aku memngingat kebahagiaan yg sempat hadir diantara kita berdua. Lalu angin menghempaskannya entah kemana. Seperti kamu, yg meninggalkanku begitu saja tanpa pernah mengucapkan kata.
Apa kamu sadar? ada yg menanti kehadiranmu di beranda rumahnya, menantikanmu pulang dari pencarian yg membuatmu hilang.
Berbahagialah dipelukannya, ceritakan bahwa kamu tak pernah menemukan rumah peristirahatan dikala lelah yang senyaman dia.
Biar semua gores luka yg pernah kau ukir dgn sejuta harapan ini sembuh dengan dirinya.
Karna aku,aku Dina, aku hanyalah pelarian disaat kamu dihantui kesepian
karna aku, hanya pilihan yg tak akan pernah kau jadikan tujuan.
Hanya ini yg bisa aku ucapkan secara berulang : Terimakasih, untuk terima kasihmu yg kau ucap ditengah usahaku memperjuangkanmu.
Tuesday, February 3, 2015
Sedikit Tentangku
Banyak yang bisa aku ceritakan tentang diriku.
Ketika malam mulai merayap menyapu dingin, aku sering berdiam diri menatap langit dari dalam jendela di kamarku sambil berharap ada bayangmu menatapku dan tersenyum.
Atau ketika ada suara ombak menerjang kakiku, aku selalu menunduk menyadari bahwa aku sedang berjalan sendiri tanpa ada kamu disebelahku.
Tapi satu-satunya yang bisa aku ceritakan tentang diriku adalah kehampaan yang menghantuiku ketika menunggumu.
Ya, semoga kamu tau.
Tertanda
Dina
Ketika malam mulai merayap menyapu dingin, aku sering berdiam diri menatap langit dari dalam jendela di kamarku sambil berharap ada bayangmu menatapku dan tersenyum.
Atau ketika ada suara ombak menerjang kakiku, aku selalu menunduk menyadari bahwa aku sedang berjalan sendiri tanpa ada kamu disebelahku.
Tapi satu-satunya yang bisa aku ceritakan tentang diriku adalah kehampaan yang menghantuiku ketika menunggumu.
Ya, semoga kamu tau.
Tertanda
Dina
Subscribe to:
Posts (Atom)
